Hmmm.. langsung saja kita bicarakan isi dari tulisanku hari
ini. Kita tepat dua tahun tak bertemu, bukan? Oh ya, kamu takkan tahu. Kamu
terlalu sibuk sehingga tak punya waktu untuk sekedar membiarkan otakmu menulis
namaku beberapa detik.
Aku telah lumayan
bisa untuk sedikit mengatur laju perasaanku, ya setidaknya untuk beberapa bulan
terakhir. Aku telah berhasil menaklukkan perasaanku sendiri agar tak terbuang
sia-sia ke orang lain, apalagi kamu. Tapi kenyataannya, aku tak pernah merasa
seperti ini saat terus menerus mencoba menutup semua perasaan indah silly. Pasti saja otakku membiarkan,
setidaknya, beberapa detik untuk menampilkan wujud atau sekedar namamu. Seakan
akan itu adalah hal yang telah diprogram olehnya dan dibiarkan secara permanen.
Jadi, ya seperti itu kegiatanku selama beberapa bulan menuju
dua tahun berpisah. Aku takkan mengerti bagaimana aku masih mengingat kejadian
yang seharusnya sudah lama sekali aku lupa, bahkan seharusnya sudah terkubur
dengan hiasan batu nisan dan laba-laba di atasnya. Lantas, kenapa aku masih
saja selalu membahas tentangmu, seakan-akan tak ada lagi materi yang harus ku
tuliskan di dalam bentuk karangan. Ah kamu, perusak.
Terkadang,aku bertanya pada diri sendiri tentang keadaanmu
dan suasana hatimu, padahal aku bukan siapa-siapa kamu. Meskipuuuun, aku
mengetahui hal tentangmu, yang seharusnya membuatku sadar, bahwa, tetap
memperjuangkanmu adalah hal yang harus dilarang oleh hati bahkan hidupku
sendiri. Dan sampai sekarang, kamu tahu, aku melanggar perintah itu.
Sekarang adalah dua tahun, aku takkan pernah tahu apakah
kita akan bertemu beberapa hari lagi atau beberapa tahun kedepan, atau mungkin
beberapa jam nanti, baik secara tak sengaja ataupun direncanakan. Aku
membiarkan setahun ini berlanjut untuk tahun depan, dan itupun jika aku
bertahan untuk tak memikirkanmu setiap waktu, hehe. Aku pikir, dengan aku tak
melihatmu selama dua tahun ini, aku akan mencoba menetralisir suasana yang
berhubungan dengan perasaanku, tapi ternyata tidak hahaha.
Dua tahun tanpa bertatap muka, tanpa saling memandang kedua
bola mata. Dari semua tulisan ini, intinya, aku merindukanmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar