Senin, 17 Juni 2013

Dua tahun tanpa bertatap muka


Hmmm.. langsung saja kita bicarakan isi dari tulisanku hari ini. Kita tepat dua tahun tak bertemu, bukan? Oh ya, kamu takkan tahu. Kamu terlalu sibuk sehingga tak punya waktu untuk sekedar membiarkan otakmu menulis namaku beberapa detik.

Aku telah lumayan bisa untuk sedikit mengatur laju perasaanku, ya setidaknya untuk beberapa bulan terakhir. Aku telah berhasil menaklukkan perasaanku sendiri agar tak terbuang sia-sia ke orang lain, apalagi kamu. Tapi kenyataannya, aku tak pernah merasa seperti ini saat terus menerus mencoba menutup semua perasaan indah silly. Pasti saja otakku membiarkan, setidaknya, beberapa detik untuk menampilkan wujud atau sekedar namamu. Seakan akan itu adalah hal yang telah diprogram olehnya dan dibiarkan secara permanen.

Jadi, ya seperti itu kegiatanku selama beberapa bulan menuju dua tahun berpisah. Aku takkan mengerti bagaimana aku masih mengingat kejadian yang seharusnya sudah lama sekali aku lupa, bahkan seharusnya sudah terkubur dengan hiasan batu nisan dan laba-laba di atasnya. Lantas, kenapa aku masih saja selalu membahas tentangmu, seakan-akan tak ada lagi materi yang harus ku tuliskan di dalam bentuk karangan. Ah kamu, perusak.

Terkadang,aku bertanya pada diri sendiri tentang keadaanmu dan suasana hatimu, padahal aku bukan siapa-siapa kamu. Meskipuuuun, aku mengetahui hal tentangmu, yang seharusnya membuatku sadar, bahwa, tetap memperjuangkanmu adalah hal yang harus dilarang oleh hati bahkan hidupku sendiri. Dan sampai sekarang, kamu tahu, aku melanggar perintah itu.

Sekarang adalah dua tahun, aku takkan pernah tahu apakah kita akan bertemu beberapa hari lagi atau beberapa tahun kedepan, atau mungkin beberapa jam nanti, baik secara tak sengaja ataupun direncanakan. Aku membiarkan setahun ini berlanjut untuk tahun depan, dan itupun jika aku bertahan untuk tak memikirkanmu setiap waktu, hehe. Aku pikir, dengan aku tak melihatmu selama dua tahun ini, aku akan mencoba menetralisir suasana yang berhubungan dengan perasaanku, tapi ternyata tidak hahaha.

Dua tahun tanpa bertatap muka, tanpa saling memandang kedua bola mata. Dari semua tulisan ini, intinya, aku merindukanmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar