Rabu, 30 Oktober 2013

Hujan di akhir Oktober


Aku tak tahu apa yang membuatku tertarik untuk kembali menulis di pagi menjelang siang ini.

Pagi ini, pukul 11:20. Berapa hari hujan turun secara malu – malu, lalu berubah menyerbu wilayahku. Aku duduk tepat di samping jendela kelas, melihat beberapa butiran air yang sebentar lagi bertransformasi menjadi embun. Pagi ini hujan lumayan deras mengguyur kotaku setelah seminggu sebelumnya kota ini hanya diliputi cahaya terik dan mendung sesekali.
Hujan di penghujung Oktober, datang membawa beberapa tumpuk kenangan. Oh iya, kenangan yang mereka bawa bukanlah kenangan biasa,
Mereka membawa semua kenangan tentangmu, tentang kita.

Seandainya aku bisa melupakan luka yang kau bawa bersama hujan, mungkin aku tak akan merasa sesakit ini sekarang.

Siang ini, mata pelajaran kimia masih berlangsung dengan alot di kelasku, masih membahas tentang teori laju reaksi beserta kaitannya dengan orde reaksi. Sedangkan aku, tetap menatap papan tulis yang dipenuhi coretan tentang contoh dan rumus yang berbelit, namun otakku tak menjangkau materi itu untuk siang ini.
Otakku hanya menjangkau bayangan tentangmu, secara keseluruhan.

Kamu masih terlihat nyata, badan yang berpostur tegap dan atletis, rambut cepak yang kau biarkan berantakan, kacamata dengan frame hitam yang selalu kau benarkan letaknya, hidung mancung dan sedikit kumis tipis menghiasi wajah hitam manismu, serta sebuah senyuman berlesung pipi yang mampu membuatku mengingat setiap detailnya, bahkan aku hanya sebatas dadamu. Tidakkah kau tahu, aku masih mengingat semua secara jelas, harusnya tiga tahun ini kamu sudah terhapus dari otakku, ah entahlah.

Hujan kian deras, sederas ingatan mengenai kisah yang seharusnya usang. Yang terkadang membuatku lumpuh dan menyerah, yang terkadang pula kenangan tentangmu dapat bereaksi dengan cepat menjalar mengambil alih sistematika otakku.

Mereka hanya kenangan, tak seharusnya kau kembali mengingatnya. Kenangan memang permanen, tapi bukan berarti setiap hujan yang datang pada tanggal ini kamu harus memutar ulang semuanya.

Hal itu yang berkali – kali kutegaskan kepada diriku sendiri. Entah apa, yang pasti kamu selalu bisa mengundang semuanya untuk datang secara tiba – tiba.

I wish my mind had delete button,

Bagaimanapun, tiap hujan yang turun tepat pada tanggal ini, mereka selalu menyisakan beberapa rujukan dimana aku diharuskan untuk tak dapat melupakan; peristiwa ditengah hujan yang kau torehkan ke dalam ingatanku. Aku tahu (dan sadar berkali – kali) bahwa yang kulakukan ini bodoh, sejujurnya, hanya orang bodoh yang mau menunggu tumbuhan yang telah lama mati untuk kembali berbunga.

Awan kehabisan persediaan air untuk kembali membasahi kotaku. Sinar matahari serempak keluar dari celah awan hitam seakan tengah melaksanakan perintah. Semua tampak sama setelah hujan berhasil membuat wilayah ini basah selama 1,5 jam. Hanya terkadang, kenangan yang selalu dibawa hujan, takkan benar – benar hilang begitu cepat, lalu kembali seperti semula. Kamu dapat melupakan, tapi aku? Sulit melakukannya.

Kau tahu? Aku terbiasa dengan itu (setidaknya setelah 2,5 tahun ini). Hanya saja, kamu tak pernah tahu.

Di akhir Oktober ini, jangan kembali membuatku berharap hal yang tak mungkin lagi kuraih bersamamu. Kuharap, kamu tak lagi mendatangiku di akhir Oktober selanjutnya.

Senin, 28 Oktober 2013

HARI SUMPAH PEMUDA

HOI HOI HOI!!!

MERDEKA MERDEKA MERDEKA!

hari ini tepat tanggal 28 Oktober hari dimana  pemuda Indonesia bertekad untuk menggulingkan kekuasaan otoriter Belanda. tidak hanya itu, di hari ini pula, Indonesia memperingati HARI INDONESIA TANPA DISKRIMINASI. emang sih peringatan yang satu ini masih belum banyak yang tahu, baru diperingati aja sekitar tahun 2011an, jadi masih banyak orang yang gak tau hari Indonesia tanpa diskriminasi.

pada hari ini, ijinkan saya sebagai salah satu pemuda Indonesia mengucapkan brb siapin toa'* perjanjian sumpah pemuda sebagai berikut:

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
seharusnya kita sebagai pemuda yang tinggal di negara adidaya ini, lebih mencintai dan menghargai bagaimana para pemuda jaman dulu susah payah mencapai kata merdeka. kita harusnya malu malah menurunkan kualitas bangsa dengan tawuran nggak jelas dan sedikitnya rasa nasionalisme yang mengalir dalam tubuh kita.

bukan maksud menggurui, tapi kita harusnya meneruskan perjuangan mereka yang gugur demi Indonesia, bukannya santai-santai pacaran dan main seakan - akan selamanya kita merdeka. inget, dunia makin canggih, peralatan perang makin canggih, anak-anak luar negeri juga lebih canggih (otaknya) dibanding kita yang males-malesan buat belajar, jadi bisa ada kemungkinan, kalau kita susah buat belajar, secara nggak langsung dengan adanya perusahaan asing, kita kembali dijajah secara diam. kita dijadiin babu, harusnya kita jaya di negara sendiri, bukan orang luar yang jaya di negeri kita, dan kita bisa jaya di negeri orang.

jadi, kita sebagai penerus nggak boleh males, kita hrus berusaha, sekecil apapun, sedikit apapun kita melangkah untuk suatu perubahan, maka langkah kita akan besar nantinya.

oh ya, NO BULLY! remaja nggak boleh ngebully, itu cuman nyakitin pihak yang dibully. kalo kalian jadi mereka, kalian akan sama sakitnya merasakan gimana mereka nahan ejekan dan diskriminasi. inget yah! NO BULLY =))

selamat HARI SUMPAH PEMUDA dan INDONESIA TANPA DISKRIMINASI :D

Rabu, 09 Oktober 2013

acak adut title

haloo, sudah lama sekali gue nggak ngepost._. semenjak kelas 2 ada aja halangan biar gue nggak kembali meluncurkan imajinasi gue yang absurd gewla-__- biasa lah, kelas 2 itu kelas yang materinya kelewat banyak jadi bener-bener gak bisa ngatur waktu buat nulis di laptop, paling kalo bisa hari Minggu, itupun kalo gue gak ngerjain PR sama nyuci baju seminggu. oh iya, kenapa curhat gini? ya maap deh -___-

hari ini, ya gak banyak sih yang mau gue ceritain, sekarang gue lagi mid test nih, untung aja besok pelajaran agama sama b.indo, jadi nggak pusing - pusing amat hehe (maafkan saya bu guru meremehkan pelajaranmu)._.

balik lagi ke keseharian gue yang gitu - gitu aja, bedanya waktu luang gue nggak seluas dan selebar hutan amazon sebanyak kelas 1, soalnya materi kelas 2 banyak,trus jadi penentu buat ke kelas 3, trus pelajarannya eksak pula, jadi bener-bener jadi orang sibuk gue.

sebenernya ini posting gak penting amat, ini cuman curhat geje abg biasa, soalnya cuman disini gue bener-bener pake bahasa gue, ya setidaknya gue mau bikin 'plong' hati huehehe.
oke.
disekolah kan ada adek kelas, nah suatu hari, ada satu orang, cowok, tinggi, unyu, anak atlet, kelas sepuluh, dan.... *drumrolls* BERKACAMATA! iya, itu sumpah demi samudra yang dikuasai dewa Neptunus (halah)  dia sangat mirip, ya gak mirip banget sih, pokoknya mirip dikit lah sama 'Dia-Yang-Namanya-Tidak-Boleh-Disebut'. anjir nggak sih! gue yang udah fokus-fokus buat ngadepin UN 2015, udah sibuk banget sama keperluan sekolah, eh keingetan lagi sama orang yang harusnya nggak lagi gue inget. benci nggak sih?! pokoknya kesel badai dewa gewlaaaa oficnefjksajsakdjaldisfn-___-

dan gue harus kembali berkutat dengan wajah yang mirip itu selama dua tahun! mana kelasnya disamping tangga, kan otomatis gue lewat situ mulu-___-(karena kelas gue ada di lantai dua)

dan gue harus kembali ber-shuffle ber-flashback sama hal hal yang seharusnya udah gapenting lagi. 2 TAON KALEEE DAN LO BELOM BISA LUPA?

Y U NO LEMPAR AJA ORANG ITU KE PEMBUANGAN SAMPAH BIAR LO NGGAK INGET LAGI SAMA DIA?!


jadi, ya begitulah, gue juga harus jadi bahan cengan karena idung gue yang sangat - sangat - super - duper - irit (dalam tanda kutip). tapi ya kalo yang satu ini it's oke lah, dari smp gue udah dibully kayak gini dan gue nggak ada niat sama sekali buat bunuh diri.

gue harus belajar lagi, nggak bisa maen kayak anak kecil lagi, emang bener-bener nih masa remaja absurd..

 "dibilang anak-anak udah punya kumis, dibilang dewasa muka tampang baby face gini" -Ilham, 17 tahun kurang setahun


jadi, sekian dulu posting asal-asalan gue, cerita tentang anak IPA yang gak tau harus cerita apa dan nulis cerita apa buat diceritain ke blog yang isinya cerita tentang cerita yang dia ceritain secara gak jelas <--- yo dawg

sampai ketemu kapan - kapan!!

salam unyu unyu mwwwah :*




nb: gue lagi pusing abis ngerjain fisika, jadi maap yak absurd banget hehe