Rabu, 29 Agustus 2012

Penantianku dan Pengabaianmu (1)

ekhem... kembali lagi dengan gue si imajiner amatiran yang punya beribu-ribu khayalan tentang cerita fiktif yang ujung-ujungnya ngegantung-__-

ett tapi selaaw~ gue posting cerbung gue yang baru,pastinya gak kaya the choose. semoga kalian suka :D happy reading guys ^^
----------------------------------------------------------------------------------------

             Aku masih membiarkan otakku membuka cabangnya, membiarkan memori masa lalu keluar. Hingga suara itu membuat otakku reflex menutup semua kenangan.

“Rene! Lo hari gini masih bengong?! Mau sampe kapan hah?!” ucap Keina dengan nada ditinggikan, tak henti menegurku engan kalimat yang sama setiap hari
“semua ada proses Kei, ada waktunya” jawabku singkat
“tapi ini udah hampir setahun Ren! Gue gak mau liat temen baik gue bengong tijel hanya karena mikirin hal yang itu-itu aja!” ucap Keina, nadanya boleh dikatakan naik satu oktaf.
“gue gak seperti dia yang cepat melupakan dan cepat punya yang baru, gue masih..”
“apa?” tanya Keina. Ucapanku mengawang. Tenggorokanku tercekat. Kalimat itu seakan-akan stuck di kerongkongan dan tak ingin membebaskan diri
“gue…” ah, kalimat itu kembali mengudara. “gue masih belum bisa melupakan” ucapku sekenanya. Bersiap menerima asupan amarah baru dari Keina
“hah?! Lo masih gak bisa melupakan? Lo cewek bodoh kalo gak bisa melupakan! Jangan bilang lo masih menunggu” kalimat Keina kembali menjadi santapan sehari-hari
“kenyataannya…” aku terdiam “gue menunggu Kei. Entahlah, gue rasanya masih pengen nunggu ampe beberapa waktu kedepan” jawabku. Keina mendengus
“bodoh! Dia gak pernah menunggu lo! Dia cukup senang dengan hidupnya sekarang dengan pacar dia yang baru!”
   aku menatap sepatuku, mencoba membela diri

“apa lo gak pernah merasakan kehilangan, Kei? Kehilangan seorang cowok yang lo sayang? Apa lo gak pernah merasa sakit?” tanyaku tajam, tapi bukan Keina jika dia tidak bisa mengkritikku balik
“seenggaknya kegalauan gue gak sampe lama kayak lo. Udahlah! Ngapain lo nunggu? Lo tau kan dia gak bakal mencari lo lagi, Ren. Mengingatpun nggak akan!” jelas Keina, aku menatap kosong keluar jendela. Hampa.
“Kei, gue cukup nyaman dengan penantian gue ini, gue senang. Melihat senyumnya via dunia mayapun, meski itu bukan untuk gue dan bukan karena gue, gue cukup senang” balasku panjang lebar. Mungkin Keina kewalahan menghadari gadis keras kepala sepertiku.
“penantian lo ini… gak berujung, Ren?” tanya Keina, pelan, dan menusuk. “jika lo terus menanti, lo gak akan tau kalo diluar sana ada cinta baru yang menunggu lo” ucap Keina mulai melembut
“saat penantian berubah jadi kejenuhan, mungkin saat itu gue akan berhenti Kei. Menata hal yang baru” ucapku bersama senyum asimetris. Keina mendekapku, hangat
“jadi… suatu saat, Neo akan pergi, kan?” tanyaku pada Keina, ah nama itu lagi yang teringat
“gue yakin, suatu saat nanti dia bakal pergi, menghilang dari hidup lo. Kalo perlu dia nyemplung ke palung Mariana di Samudra Pasifik sana! Ihihihi” ucap Keina berapi-api, disertai tawa. Aku tersenyum simpul.

                Percakapan hari ini kembali menyangkut tentang orang itu, Neo. Cowok tinggi berkulit kecoklatan itu tak henti-hentinya menyemburkan mega, mentransfer setiap detail ekspresinya untuk dipaksa masuk ke otakku. Kata Keina, aku sudah memikirkannya hampir satu tahun. Ah, bahkan aku lupa sejak kapan otakku mulai memutar secara berulang kali memori tentang Neo.
Sekarang, Neo memiliki orang special yang baru, pastinya bukan aku. Kekasihnya sekarang adalah teman lamaku, dulu dia adalah mantan Neo, semacam CLBK klasik bagiku, dimana mantan saling bertemu dan saling suka, lagi. Neo berpacaran dengan orang itu 2 hari setelah mengucapkan kalimat perpisahan padaku, yang aku yakini proses CLBK klasik sudah berjalan dibelakangku lama sekali.
Dia manis, lebih dariku. Dia cantik, lebih dariku. Mungin memang itu yang membuat Neo lebih tertarik, karena aku yaaaa…tidak lebih dari gadis biasa yang senang menulis dan menggambar.
                                                                          --oo—
                Hari itu siang, terik. Matahari menyambut kami yang baru keluar dari tempat teduh bernama kampus. Aku salah satunya, keluar tanpa Keina yang masih sibuk dengan tugas yang setumpuk dari dosennya. Aku melangkah, mengarahkan pandangan ke sekitar dan terpaku pada pohon mahoni yang begitu teduh. Aku terpikat, dan mulai mengarahkan kaki ke tempat sejuk itu.
Aku menghempaskan diri ke kursi yang tak pernah lapuk, kursi taman. Disini teduh, lelahku lumayan menghilang. Tapi.. otakku masih saja tentangnya. Sudah genap satu setengah tahun orang itu tetap berkeliaran di benakku, masih terpajang jelas, tanpa cacat dan samar.

“Ren” ucap seorang cowok yang membuatku tersentak.
“oh, Aldo,” ucapku “tumben Do nyamperin hari gini, biasanya lu sibuk” lanjutku asal
“iya, gue mau ketemu lu ama Keina aja” balasnya “eh iya Keina mana?” tanya Aldo
“dia ada tugas banyak tuh. Cieee cariin Kei, suka yah? Hihihi” tawaku jahil, Aldo menatap sinis. Tanpa kusuruh dia duduk dengan kasar. Membuatku sedikit tersentak.
Aku tertawa melihat tingkahnya, cowok itu merubah raut muka dan memperhatikan buku sketsaku.
“lo… punya berapa banyak stok wajah Ikan butek itu?” tanyanya padaku
“dia Neo, bukan ikan butek tau!” aku memberikan pembelaan
“kita… baru kenal setahun yah? Trus lo udah berapa lama gak bisa lupain dia?” tanya Aldo, terlalu kepo
“satu setengah tahun” jawabku singkat
“HAH?GILAK!” teriak Aldo dengan reaksi terkejut, aku hanya diam
“lo masih nyimpen kenangan tentang dia?! Trus fungsi gue dan Keina yang ada di hari-hari lo ini apa?!” tanya Aldo bertubi-tubi
“lo temen gue Aldo, Kei juga. Kalian…” Aldo memotong kalimatku, “padahal, gue dan Kei berusaha buat lo ngelupain si ikan butek itu. Tapi kenyataannya, bahkan lo masih ngebela dia gara-gara tadi gue sebut ikan butek” ucap Aldo panjang lebar. Aku biarkan dia mengoceh tentang seseorang yang dia sebut ‘ikan butek’
“gue tau,” ucap Aldo lagi “lo masih sayang sama dia pake banget” lanjutnya. Aku terdiam
Aku dan Aldo berada diantara hening, kami berdua sama-sama membisu.
“oke Ren!” teriakannya buatku kaget, lalu dia berdiri “gue harus bisa ngebuat lu jadi cewek yang gak galauan! Inget Ren! Jangan terlalu pake perasaan lo buat ngadepin seseorang, kali-kali lo harus pake logika, okeh?!” ucapnya sambil mengacungkan jempol padaku, aku tersenyum.

Aldo, memang teman yang tak kenal sedih, dia teman yang baik, bagiku dan Keina.
                                                                              --oo—

Senin, 27 Agustus 2012

saat ini aku....

aku (lagi-lagi) menulis, hanya untuk iseng, hehe. yah aku tahu aku adalah orang yang tidak punya kerjaan, tapi tulisan ini semata-mata karena rasa bosanku (mungkin?)

hai.

   umm.. aku harus berkata apa yah untuk mengawali perbincangan kita? oh iya aku tau !
apa kabar, kamu? baikkah? oh tentu kamu selalu baik, dan memang kenyataannya kamu itu baik-baik saja, karena hidupmu sudah lengkap--- ada dia.
atau aku terlalu sotoy? hah sudahlah
hai. apa kamu masih sama dengan yang dulu? tampak ceria meskipun aku tahu kamu sedang sakit, tetap tersenyum meskipun aku tau kamu sedang tidak bahagia. topeng itu... bagiku tak mempunyai arti
halah, apa sih aku ini? men-judge kamu gitu aja. padahal kamu bukan siapa-siapa aku.
lebih tepatnya, aku dan kamu bukan siapa-siapa.

   aku tetap merangkai kata. seperti yang kamu tahu, aku mencurahkan segalanya lewat tulisan yang bahkan aku sendiripun tak tahu untuk apa tulisan amatiranku tentangmu. yang kutahu, dengan menulis aku merasa bahwa aku masih bisa mencurahkan perasaanku, meskipun lewat tulisan aneh ini.
   tidak ada kata-kata indah yang bisa aku keluarkan untukmu. tidak ada majas, tidak ada kalimat sastra, tidak ada kalimat pujian yang menghiperbola. semua adalah tulisan yang memang berasal dari hati, sederhana dan tak beraturan, yang memang dia (baca:hati) masih menampakkan lukanya.

hai. kamu.
   dibalik rasa benci yang kubuat untukmu, ada rindu terselip didalamnya, diujung rasa kebencianku terhadap luka yang sekarang tak kunjung sembuh, banyak rindu yang tertampung disudut terpencil hatiku.
ruangan didalam sini (baca:hati) masih berantakan, tak ada yang membereskannya, karena memang aku menutup pintu itu dan tak membiarkan orang lain masuk. aku sendiri... tak ingin membereskannya. bukan karena aku tak punya kuasa untuk melakukan itu. aku hanya.. jika aku masuk dan kembali melihat ruang yang penuh pecahan tajam itu, ada sakit yang menjalar, namun aku tak punya daya mencegah rasa sakit itu menguasai diriku. aku membiarkannya.
   bodoh
sampai sekarang, ruang itu masih berantakan, masih ada pecahan dari figura masa lalu, masih ada gulungan film tentang kenangan yang terurai begitu saja, masih ada bingkai foto kamu dan aku (karena,tak pernah ada kita,lagi) yang berantakan disana. ruangan itu tidak berdebu, karena pada dasarnya, didalam sini tak ada debu yang ingin menyentuh ruangan yang berisi hal menyakitkan.
   tapi tenang saja, perlahan aku mencoba masuk dan membereskannya dengan tanganku, sendiri. tidak. tidak ada yang membantuku untuk menata ulang ruangan itu. murni hanya aku yang akan membereskannya, tak ada bantuan.
karena sekarang ini, aku tidak membutuhkan bantuan siapapun.
tapi, pada kenyataannya, aku hanya berhasil membereskan satu figura, dari sekian banyak figura yang terpajang kemudian jatuh berserakan. susah juga yah, membereskan ruangan yang dulu kamu tinggali. aku lelah loh menata ulang semuanya, apa kamu tau? mungkin tidak, hahaha.

kamu.
   seperti yang kubilang, ada rindu terselip dibalik kebencian yang aku pancarkan padamu. tapi, aku tak berharap kamu kembali pulang, melewati jalanku, lalu kembali hadir di rumahku. aku tak ingin berharap hal konyol menengah gila tentangmu.
kamu, punya jalan pulang sendiri, jalan yang lebih baik dibandingkan jalanku. dan aku... aku yakin Tuhan memberikan jalan terbaik untuk pulang. yang pasti, setelah saat ini, jalan aku dan kamu berbeda, jauh.
   aku tahu, kamu sekarang berstatus kekasih orang. tapi apa yang bisa aku perbuat? ini hanyalah sebuah surat. ini hanyalah tulisan tentang curahan hati gadis labil yang masih beranjak dewasa, yang hanya ingin mengeluarkan beban hatinya lewat tulisan amatir yang tak mempunyai makna berarti.
   kamu, sudah yah. aku sepertinya tak perlu berbicara banyak, aku hanya memberi kabar tentang keadaanku. meskipun aku tahu... kamu akan tertawa atau mungkin membuang muka sambil berkata 'cih!' karena melihat tulisan ini. meskipun aku tahu... ini hanyalah surat bodoh yang dibuat oleh orang silly sepertiku. aku harap, aku dan kamu bertemu, tidak sekarang. mungkin nanti, saat aku dan kamu sudah menemukan jalan masing-masing. see you...

saat mengerjakan setumpuk PR, saat masih fokus mengerjakan salah satu tugas
di otakku, tetap saja terlintas untuk bertanya 'apa kabarmu?'

Sabtu, 18 Agustus 2012

Surat Dunia Maya


    Hai hai hai halo halo halo~ *melambaikan tangan* *joget kek cacingan*

    Bagaimana kabar kamu hari ini, mblo? Baik-baik aja? Apa lagi kurang sehat? Lagi galau mikirin mantan apa gebetan? Ato lagi sakit gara-gara ga ada yang nyuruh makan? *eemaap

    Ohohohoho tenang saudarah! Hari ini saya tidak ingin membuat anda galau dan kembali ber-flashback ria ama kenangan yang bertemakan ‘mantan’. Tidak tidak bukaaan~ ini semata-mata adalah artikel tentang rasa terima kasih saya terhadap eheem.. mantan saya yang sebut saja namanya Aul.
yaa! Anda benar dan benar sekali! Saya ingin membahas tentang mantan saya ini loh, jadi berhubung ini adalah blog yang isinya artikel kritikan tijel ama curahan hati gue tentang hama yang gue sebut ‘mantan’ dan uneg-uneg idup gue. Sooo gue disini juga sekalian buat artikel (curhat) tentang si Aul ini. Agak absurd yaah kayaknya *adoh arfiiii!*

    Yaaa seperti yang kalian tau, isi blog ini gak jauh-jauh ama “artikel kritikan tijel”, “cerita agak absurd”, dan “galauan tentang mantan”. Gue (pastinya!) ngebuat artikel tentang mantan (lagi!)
tapi artikel ‘mantan’ yang satu ini (gue harap) gak ada galau-galaunya, ini berhubung ummm.. gue gak tau musti numpahin uneg-uneg ini kemana, ke facebook >> gue temenan ama dia dan pacar barunya, ke twitter >> banyak temen gue yang gahoel dan kece yang intinya curhatan gue otomatis gabakal aman!
jadilah Blogger gue pilih untuk menumpahkan semua perasaan gue terhadap mantan gue yang satu itu, sebenernya dia juga punya blog tapi gue pikir dia ga terlalu ngurus blognya, jadi ya bodo ah! Trus kalo dia baca blog gue juga ya biarin aja, gue emang (terlalu?) ceplas-ceplos kok soal beginian mah, seantero SMP gue dulu juga tau gue anaknya gitu (EEEEEEHHH!! Ini prolog kepanjangaaan!-____-)

    Baiklaaaahh!! Cerita kita mulai yaah!!

    Dear Aul, mantan gue *duh kayaknya gue dag dig dug seer nulis namanya-_-*
    Aul, minal aidzin wal faizin sebelumnya ya, gue mohon maaf lahir batin sama lo kalo gue selama ini udah khilaf. Di surat dunia maya ini, gue pengen mengeluarkan beberapa statement *halah* ke elu, sebelumnya makasih lo gak baca surat gue (kalo lo gak tau yah)
    Gue umm.. ga ada maksut buat nge-block twitter lu itu berapa bulan lalu. Gue semata-mata yaaa lu tau kan gue orangnya gak bisa yang namanya ‘ngelupain orang yang disayang’ dengan mudah, jadi gue harus ngelakuin apapun caranya agar gue bisa dengan cepat melupakan lo ya dengan cara nge-block lu itu.
sebenernya gak ada yang terbesit di pikiran gue selain “gue gak bakal bisa ngelupain kalo gue tetep ngeliat (re: stalk) twitter orang itu! Gue harus nge-block biar gue cepet melupakan!” udah itu aja, gue tau ini sifat yang childish dan gak logis banget buat lo, tapi gue yakin hanya itu caranya biar gue bisa ngelupain lo (meskipun gak sepenuhnya). Dan setelah kesini, tepatnya sebulan lalu, gue sadar kalo ini tuh cara yang agak ‘bodoh’, itu berarti gue memutuskan tali silaturahmi, jadi tepat sebelum puasa dateng (2 hari sebelumnya) gue Un-Block twitter lu, jadi gue tinggal follow lu aja.
    Tapi.. tetep aja gue masih gak bisa ngeliat username lo, ngedenger nama lu, apalagi ngeliat bio lu, so gue masih mengurungkan niat untuk follow elu.


    Eh itu masih mending yah gue cuman Un-Block, daripada yang dulu gue lakuin ke Singgih, gue ampe ganti nomer dan gak mau berhubungan lagi via fb, text, phone, atopun twitter. *teteep ajaaaa-_-*


    Maaf kalo sms lu yang paling terakhir banget gue bales jutek, gue bener-bener gatau caranya ngadepin lo! Gue SERIUS! Bahkan via text aja gue gemeteran Ul! Anjir banget kan?! Mantan macem ape sih lu? Gue masih aja kebayang-bayang sama sikon masa lalu! sikon tentang elu.
huuuh oke maaf gue agak marah disini. Maaf, maaf banget. sorry yah gue gak pernah sms elu, itu karena umm.. gue gak ngesave nomer elu, jadi sms lu langsung gue apus. BUKAAAN!!! Bukan karena lo udah nothing bagi gue! Itu semata-mata karena gue gak mau sakit dan luka di sini (re: hati) kembali terbuka hanya karena ngeliat nomer dan nama elu serta sms elu. Mungkin lo pikir gue cewek aneh yang berbuat kayak gitu, tapi bagi gue yang seorang cewek, gue harus bisa ngelakuin apa aja demi ngelupain kenangan yang sewaktu-waktu bisa buat gue sakit lagi.

    Dear Aul, yang ampe sekarang masih jadi pahlawan meskipun bukan untuk gue
    Ul, di surat dunia maya ini gue cuman pengen bilang..
    makasih, udah mau pacaran dan membagi sebagian waktu lo untuk cewek bodoh ini :)

    Gue sadar kenapa kalimat (yaa para pembaca pasti tau kalimat yang dihindari ama orang pacaran apaa) itu lo keluarkan. Gue tau, gue gak bisa memperbaiki diri gue yang childish dan gak sabaran ini, padahal lo udah ngasih kesempatan ke gue, tapi gue gak peka dan masih aja bersikap gak sabaran dan membuat lo jenuh, gue sekarang ngerti :)
gue sadar, gue itu orangnya suka nyesel sendiri abis menentukan pilihan, dan itu ngebuat lo nyerah untuk ngadepin gue, gue sekarang ngerti :)
gue sadar, gue itu pernah bohong ke elu hal yang bego (tentang twitter) itu memalukan banget, dan gue sadar harus ngilangin hal itu, gue sekarang ngerti :)
    mungkin, emot- emot ini gak berarti buat lo, cuman emot biasa yang gue tulis lewat Microsoft Word dan gue copy paste ke Blogger. Bagi gue, ini emot adalah emot yang bisa buat gue tersenyum kepada elo secara gak langsung, gue ngerti dan gue sadar kalo ini cuman surat sampah bagi lo.

    Gue tau, sekarang gue bukan siapa-siapa, mungkin gue sekarang bukan lagi orang yang lo kenal, sama yang gue lakuin pertama kali sama lo, sebelum akhirnya gue berpikir dewasa dan berpikir logis.

    Dear Aul, yang masih berlalu lalang di otak gue kayak hantu
    Di surat dunia maya ini gue mau ngucapin beberapa terima kasih, sepertinya harus gue urutkan:
1. Makasih udah ngebuat hari gue berwarna dulu, buat gue ceria, ada di samping gue, ngebahagiain gue, udah ngebagi sebagian hati lo buat gue (dulu)
2. Makasih udah mengucapkan kalimat itu ke gue, tanpa ucapan lo gue gak tau apa itu sakit saat kita (sepertinya bukan kita,tapi gue dan lo) lagi berada dipuncak mencintai seseorang, thanks a lot
3. Makasih udah menyadarkan gue, meskipun gue sadarnya pas kita udah lost contact gini, bahwa gue harus merubah beberapa bad habit gue, agar nanti pas gue ngerasain jatuh cinta gak ngeluarin sifat ini lagi
4. Makasih udah membuka mata gue, meskipun belom terbuka sepenuhnya. Bahwa di dunia ini cowok yang (mungkin) lebih baik dari lu masih banyak
5. Makasih Aul, mungkin lo pengen yang terbaik buat gue nanti makanya lo mengucapkan kalimat itu, mungkin loh yaaa
6. Makasih udah berpikiran bahwa alasan yang gue keluarin ke elu itu gak logis dan terlalu childish, gue tau alasan itu cuman bisa dimengerti ama diri gue sendiri.
7. Makasih udah mengucapkan kalimat itu, hingga sekarang gue bisa lebih fokus untuk belajar di sekolah, lebih siap ngadepin masa depan, big thanks.

    Dear Aul, aah sudahlah..
    Udah cukup segini aja surat dunia maya gue buat lu, Ul. Gue gak mikirin lo mau baca kek, mau ngga kek, terserah deh yaaa. Ini cuman uneg-uneg gue aja. Maaf atas kelakuan gue setelah kejadian itu jadi agak canggung, jutek, diem, dingin, ah apapun yang berhubungan sama sisi negatif yang gue limpahkan ke elu, itu semua gue lakukan demi misi gue (yang bahkan misi gue cuman berjalan 5%-_-). Maaf gue udah lancang ngebuat surat bodoh gak bermutu kayak ginian, padahal gue tau lo udah punya cewek dan gue masih dalam status single. Maaf gue sampe sekarang masih menganggap lo pahlawan, mungkin lo jijik kali yah masih gue jadikan ‘superhero’ walaupun cuman di bayang-bayang masa lalu gue.

    Gue cuman cewek kelas 1 SMA biasa yang kekanak-kanakan dan bodoh yang dulu udah berhasil buat lo kepincut *halah!-_-* gue gak minta harapan banyak, lu memafkan gue itu… udah cukup. gue gak peduli kalo lo baca surat ini, lo berpikir bahwa gue adalah cewek penganut ‘drama queen’, hiperbola, gak bisa move on, bodoh, menjijikkan, atopun hal yang bisa buat lu ber negative thinking sama gue. Gue gak perlu peduli, ini semata-mata gue buat karena dada gue terlalu sesak nampung ini semua sendiri.

    Oh iya, kemarin ada seorang cewek bodoh yang ulang tahun. di ultah dia ke 15, dari jam 12 teng dia nunggu sms, wall fb, atau mention dari seseorang. Hingga malam larut dia nunggu, mantengin layar hp sama laptop. Hingga ia jenuh. Hingga ia sadar. Orang itu gak akan ngasih ucapan ulang tahun sekalipun hanya kalimat “HBD” doang. Cewek itu sadar kalo dia udah gak dianggap sekalipun sebagai teman, cewek itu sedih sebenernya, tapi dia gak bisa buat apa-apa.
orang itu… terlalu bodoh yah gak ngucapin met ultah,haha
tapi… cewek itu lebih bodoh karena masih menunggu yang gak jelas, menunggu yang gak pasti, menuggu orang yang gak nunggu dia, menunggu sesuatu yang gak bakalan terjadi.
dasar.. cewek bodoh

Tapi lo tau gak? Cewek bodoh itu… seseorang yang menuliskan surat aneh untuk lo looh--- itu gue.

MINAL AIDZIIINN~ :D

ASSALAMU’ALAIKUUUM Wr.Wb~

Whoaaa udah malem takbiran aja yah kiteh :D gak kerasa yah kita udah ngelewatin 29 hari bulan puasa (berhubung puasa tahun ini itu cuman 29 hari._.). dan gue mau tanya nih sama ente-ente semua (halah bahasanyaaa) ada nyang bolong kagak nih puasanyaaa? Ya kalo cewek sih wajar yah bolong gara-gara ‘dapet’, tapi kalo cowok batal? Waduuuh patut dipertanyakan! Kan setan dibelenggu, kalo lo(cowok) batal berarti lo itu….. (oke mulai gak penting-__-)
Beberapa jam lagi kita bakal ngerayain hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1433H. berarti berapa jam lagi para SYAITON itu dibebaskan dari neraka. Yaaa walaupun mereka dibebasin saat takbir terakhir selesai (tepatnya abis sholat Ied, trus ada takbir bentar kaan) nah tapi tetep aja gue sedih,sediiihhh banget.
ya sekarang gini aja, bulan Ramadhan kan cuman ada setahun sekali, kalo kita gak memanfaatkan bulan puasa tahun ini tuh rugi! RUGI BANGET! iya laah~ emang lo yakin tahun depan lo bisa ngelewatin bulan puasa kayak tahun ini? Kita kan gak tau apa tahun depan kita masih hidup ato enggak, kita masih diberikan umur ato enggak sama Allah, yaaa semoga aja sih kita masih dikasih umur. AMIIN!!

Intinya sih yaa kita sebentar lagi mau ninggalin bulan puasa, bulan Ramadhan, bulan suci, bulan penuh rahmat, bulan turunnya Al-Qur’an, bulan yang is the best deh! Yaaa untuk itu kita berdoa semoga tahun depan kita bisa bertemu lagi sama bulan penuh rahmat ini, AMIIIINN!!!

Dan gue selaku si empunya Blog ini nih, mau mohon maaf kalo gue, keluarga gue, temen-temen gue, cerita gue, curhatan gue, artikel kritikan gue, jurnal gue punya perkataan atau tulisan-tulisan yang udah menyinggung kalian baik secara langsung atopun ga langsung. Gue kan juga manusia biasa (backsound >> yovie & nuno: manusia biasa) gak sempurna yekaan, kadang khilaf kadang salah dalam perkataan atopun penulisan di blog gue ini. Jadii di bulan Ramadhan yang sebentar lagi berakhir dan digantikan oleh Idul Fitri, gue mau maaf lahir batin sama warga penghuni dunia maya (baik Blogger, Twitter, Facebook, ato yang lain) *salamin satu-satu*


Okay HAPPY EID MUBARRAK! MINAL AIDZIN WAL FAIZIN ALL~ semoga nanti kita bisa bertemu lagi sama bulan barokah ini :* {}

Sekian~ Wassalmu’alaikum Wr.Wb

Jumat, 17 Agustus 2012

nasionalisme

hai hai hai!! MERDEKAAAA~

siapa tadi yang upacara benderaaa? di sekolah atopun di kotamadya? masih semangat gak puasanya?? masih dong ya, harus itu!!

oke kawan sebangsa dan setanah air, kali ini gue mau membahas yang namanya semangat nasionalisme di Indonesia tercintah.
sebelumnya... gue hari ini ulang tahun dooonngggg!! umur gue udah 15 tahuuun xD (ga penting amat-__-) eeet! tapi artikel ini ga ada hubungannya ama ultah gue, artikel ini MURNI pengamatan gue dari tahun-tahun kemaren ama tahun sekarang yang gue simpulkan bahwa...

tahun ini semangat nasionalisme orang Indonesia berkurang!!

yaaa ini sebenernya survei di jalanan perum, trus sama jalanan sekitar rumah gue, sama jalan yang gue lewatin pas jalan-jalan *halah (yaa walopun gue jelasin dimana itu perum kalian ga bakal tau kaaan?)
jadi yang masih...istilahnya apa yah, menganggap bahwa bendera merah putih harus dipasang sebagai tanda kita menghormati perjuangan pahlawan kita tuh dikit,yaa anggap lah dari 10 rumah cuman 3 sampe 5 rumah yang pasang bendera. ini beda drastis dari tahun lalu! tahun lalu tuh gue liat hampir di sepanjang jalan, semua rumah memasang sang Saka tinggi-tinggi, gak ada yang gak masang! sekarang..?
bahkan di jalanan rumah gue aja, hampir TIDAK ADA yang MEMASANG BENDERA!! kecuali bendera dari RT masing-masing yang warna-warni. tapi kan itu gak menjamin, maksutnya jangan karena RT kita udah masang umbul-umbul gitu, bendera kita udah diwakili, jadi kita gausah lagi pasang bendera.
NOUP! GUE GAK TERIMA ALASAN ITU!

masang bendera kan ga susah, ga ampe berhari-hari juga. tinggal taliin benderanya ke tiang trus udah, jadi deh. gak nyampe harus bakar menyan atau tumpengan dulu kaya tradisi yang lain. masang bendera Merah Putih tuh salah satu wujud nasionalisme juga dalam bentuk sederhana. duh gue heran sekaligus prihatin sama tahun ini, kenapa warga makin kesini makin berkurang rasa cinta tanah airnya?

coba deh kita inget-inget lagi cerita sejarah jaman dulu, kalian pasti tau peristiwa Rengasdengklok? saat pak Soekarno sama Pak Hatta diculik kaum muda untuk menyegerakan kemerdekaan? inget kan? sebenernya gak ada hubungannya, tapi gue ambil sedikit kesimpulan, mereka (kaum muda) gak mau kita dijajah lagi, gak mau menerima kemerdekaan dari Jepang yang ngasih kita kebebasan tanggal 31 Agustus 1945, terlalu lama, keburu Belanda dateng. Sedangkan Pak Soekarno beranggapan bahwa sebaiknya kita menunggu terlebih dahulu. tapi kaum muda membujuk dan akhirnya beliau mau menyegerakan kemerdekaan tepat tanggal 17 Agustus.

Intinya, mereka yang menjadi pelaku kemerdekaan rela berjuang dengan cara apapun! hanya untuk mengibarkan sang Merah Putih di udara. sedangkan yang kita lakukan sekarang? hanya meletakkan bendera itu di lemari, dibiarkan untuk gak berkibar tahun ini, apa yang menyebabkan semangat nasionalisme kalian menurun? apa kita sudah gak menghargai lagi jasa pahlawan yang rela mati membawa Merah Putih? apa kita sudah lupa dan gak mengingat semangat juang yang mereka kobarkan demi sang Saka Merah Putih?

Ayolah semua, jangan sampe semangat cinta tanah air kita luntur karena keadaan yang makin maju. bagaimanapun kita adalah warga Indonesia, semangat nasionalisme sederhana itu kita cukup mengibarkan bendera Merah Putih ke udara berapa hari saja kok saat ulang tahun Indonesia, apa itu hal yang susah bagi kalian?

Minggu, 05 Agustus 2012

Muslimah masa kini

Assalamu'alaikum semua~

siang ini, sambil nunggu adzan mgrib (padahal masih 2 jam lagi-_-) gue pengen ngebahas yang namanya 'hijab'.

Kalian tau HIJAB itu apa? itu looh bahasa lainnya jilbab. Tau jilbab kan? itu tuuh kerudung. tau kerudung? ituuu yang dipake ukhti buat nutupin aurat bagian kepala. pernah denger kata ukhti kagak? itu tuh ceweeekkk...
haduh mulai gak jelas nih gue, efek nunggu buka puasa kali yah? yaaah intinya sih gue pengen ngebahas tentang jilbab di kalangan remaja, tepatnya anak ABG, tepatnya lagi anak SMA.

Jadi.. kalo gue peratiin tuh ya, gue jadi agak prihatin sendiri. Gini loh, kita kan sebagai umat muslim (ukhti tepatnya), toh ya kita harus ngejaga aurat kita dong biar gak keliatan sama lawan jenis yagak?
Tapi yang gue temuin? di kelas gue aja deh gausah jauh-jauh. Kelas gue ada + 24 anak cewek, 4 non Islam, otomatis yang Islam itu ada 20 orang. NAH! dari 20 orang itu yang pake jilbab cuman 7 orang! 7 ORANG!!? itu double triple quarto gila banget! trus 13 orang lagi pada kemanaaaa??
Dan lebih parahnya, ada beberapa anak yang dulu SMPnya itu MTs malah buka jilbab! Gue heran, jadi selama ini, selama dia di MTs, make jilbab buat apa? tuntutan sekolah? karena terpaksa? kalo emang lo terpaksa pake jilbab pas SMP kenapa lu masuk MTs? udah tau MTs itu Madrasah Tsanawiyah, musti pake jilbab. Kenapa lo gak masuk SMP negeri aja sih? yang membebaskan siswi muslim pake jilbab atau nggak?
Nah itu doang sih yang gue bingungin, ABG cewek jaman sekarang, terutama muslim, pake jilbab cuman karena tuntutan sekolah doang, atau karena keterpaksaan. Gak ada itu yang namanya pake jilbab emang bener-bener dari hati, ada sih yang emang niat pake jilbab, tapi bisa lo itung pake jari.

Memakai jilbab itu emang harus bener-bener dari hati. yaa gue gak mengharuskan kalo muslimah itu wajib pake jilbab, kembali ke awal, memakai jilbab itu harus dari hati kan ya?? gak ada tuntutan apalagi paksaan.
Kata ibu gue, kalo kita buka tutup jilbab itu tandanya kita plin plan sama Allah. Lah sekarang gini, Allah menganjurkan kita untuk memakai jilbab kalo kita sudah akil baligh, kalo kita pake jilbab nih sekarang, trus bulan depan lepas jilbab. Atau gini dah, masuk SMP pake jilbab, pas SMA buka jilbab, itu sama aja mempermainkan Allah, mempermainkan anjuran tersebut.

Oke deh bagi kamu-kamu yang masih belom siap pake jilbab, gapapa deh ya, terserah aja. Tapi, bukan berarti kalian bebas pake baju apa aja. Gue makin prihatin kalo ada kejadian gini >> mengaku Islam, mengaku Muslimah, tapi aurat ngumbar kemana-mana, pake hotpans ato apalah itu, pake baju lengan pendek yang cuman nutupin bahu doang, pake baju ketat express lah. Sebenernya lo itu.. serius seorang muslimah? kok mencerminkan yang nggak baik sih?
Boleh kalian gak pake jilbab, itu sesuai hati kalian deh. Tapi ya kalo aurat yang lain harus kalian tutupi dong, pake celana jeans panjang gitu, ato nggak celana 3/4 yang cuman selutut, baju yang lengannya ampe setengah lengan, yang kalo kita angkat tangan keteknya gak keliatan. mbok ya kalian mengaku Islam tapi pakaiannya kayak kurang bahan, baju panjang tapi celana pendek ketat

OOO gue tau, kalian ngikutin trend gitu? biar gak dibilang kamseupay jadi kalian pake pakaian yang kurang bahan? gitu? atau.. kalian terpengaruh budaya Barat yang terlalu bebas? yang membolehkan keluar rumah pake baju mandi? nggak bro! ini Indonesia, menganut budaya Timur. Menganut tata krama dan sopan santun yang tinggi (yaa meskipun jaman sekarang itu kebalikannya-_-) lo juga harus mengenakan busana yang sopan. Apa? Takut dibilang katro' gitu gak nge-trend? malu? ya terserah lu deh ya. Apa yang lo pake di dunia, di akhirat kelak bakal dituntut. Eh gue gak nakutin, ini seriusan, lo pake pakaian gituan sama aja lo ngumbar bagian tubuh lo sendiri, dan itu berarti lo udah keluar dari batas norma agama yaitu 'tidak boleh mengumbat aurat kita'.

Kasian nanti jika lo pake baju kayak gitu, trus lawan jenis terpikat dan iseng nyolek elu, elu lapor ke kepolisian gara-gara kasus pelecehan, padahal?
Padahal kan itu salah lo sendiri, siapa suruh pake baju yang bikin lawan jenis ngiler? siapa suruh jalan dengan pakaian kurang bahan gitu? yang ngebuat zina mata bagi lawan jenis? sampe lawan jenis bertindak diluar akal sehat macam tadi? Mereka gak patut lo laporkan ke polisi, gak patut lo laporin ke Komnas HAM, ukhwat(laki-laki) emang udah dari sononya punya hasrat kalo udah ketemu lawan jenis, apalagi cewek bohai nan seksi. Mereka gak pantas disalahin hanya karena mereka colek elu. Lo yang ngundang mereka buat nyolek dengan cara mengenakan pakaian kayak gitu, lo sendiri yang marah nangis mewek gak terima karena perbuatan itu.

Apa? karena mereka gak bisa ngontrol hasrat mereka? ohohoho bukan!! itu semata-mata didasari bujukan setan! dan bujukan yang lo berikan secara gak langsung. semua orang kadang khilaf. Dan gue kesel kalo tiba-tiba ada kaum perempuan yang pakaiannya udah mini, ngelapor ke aparat gara-gara kasus pelecehan, rasanya pengen ngasih kritikan pedes aja gitu.

Intinya sih ya sederhana, "kalo lo mau pake jilbab, lo harus konsisten dan gak boleh buka tutup buka tutup. Kalo emang lo belum siap, ya mending gausah pake dari awal" udah sih itu aja, tapi kok ya gue jadi ngerembet kemana-mana, bahas ini itu-_-
Jadi, memakai jilbab itu sebeenarnya suatu keharusan dalam agama, gak boleh nggak pake. Tapi memakai jilbab juga harus diasari dari hati. Trus kesimpulan satu lagi "sekalipun lu muslimah, walaupun lu gak pake jilbab, lo harus menjaga aurat lu yang lain, gak usah diumbar dengan pake baju yang kurang bahan gitu"

Udah deh, sekian aja artikel gue, gue gak mau terlalu banya cingcong di artikel ini, karena sejujurnya di salah satu acc gue, gue sedang 'tidak' menggunakan jilbab, walaupun mukanya gue blur segala macem intinya tetep aja gue memperlihatkan rambut gue ke masyarakat lain. Dan gue mengaku itu adalah perbuatan yang melanggar agama, dan gue bersalah. Tapi gue tetep menjunjung jilbab, karena gue kalo keluar sekalipun ke warung depan juga pake jilbab, dan gak gue lepas.
Mungkin abis ini gue akan ganti foto acc tersebut dengan kartun, gue sadar itu hal yang gak boleh gue lakuin. Tulisan artikel ini adalah cermin diri gue sendiri, untuk apa gue kritik orang gak pake jilbab tapi kenyataannya gue sendiri gak pake jilbab meskipun hanya di acc Social Media?


Sekian.

Jumat, 03 Agustus 2012

Anak Bocah Jaman Sekarang

Assalamu'alaikuuumm~
Berhubung ini pagi buta, dan gue baru saja bangun, dengan otak yang belum nyambung sepenuhnya. gue memutuskan membuat artikel yang bertemakan 'bocah' dengan mata yang masih kriyep-kriyep pula-__- (dan baru gue selesaikan abis sahur,tar keburu imsak lagi kalo gue utamain ini artikel-_-)

Bocah. apa sih yang lu tau dari kata 'bocah' ini? Seorang anak kecil biasa yang masih bau kencur, masih maenan gundu, iyakan? Noup!
Emang sih bocah itu idientik sama permainan gundu ato hujan-hujanan ato yaa mainan yang masih gitulah, nah gue nih pengen ngebahan JAMANnya, dan mainannya.

Dulu ya pas gue bocah (kan sekarang gue udah remaja menjelang dewasa nih ._.) tepatnya pas SD, jaman gue itu tuh mainnya tak jongkok, tak gunung, karet (itu loh mainan yang karetnya disambung trus dilompatin, mainan anak cewek), karet jawa, bekel, congklak, layang-layang, gasing, gundu, main ceplok balon (yang isinya air itu), tamagochi, dan lain sebagainyah. dulu mah mainan yang sering dimainin ya macam mainan tradisional gitu, dan GADGET saat itu gak terlalu booming banget yekan?
NAH! Coba deh peratiin jaman sekarang, gausah anak SD deh, anak TK aja. Dulu gue pas TK tuh mainannya ayunan, perosotan, boneka, sama yang semacam lainnya. Sekarang? emang ada sih yang main ayunan, main boneka, main perosotan, tapi gue prihatinnya tuh anak sekecil itu udah dikasih gadget?! dikasih GADGET!! dikasih maenan PSP, dikasih Tab, dari dulu ampe sekarang gue gak pernah itu yang namanya megang apalagi mainin PSP, soalnya orang tua gue mendidik gue agar jangan terlalu diperbudak gadget, yang ada nanti malah ketagihan.

Nih ya, menurut survei gue, dari temen-temen gue yang masih punya adik yang umurnya bocah gitu, 4 dari 6 orang terinfeksi gadget, dari kecil udah dicekokin sama yang namanya barang elektronik sekalipun itu untuk mainan dia sehari-hari. dan efeknya? anak yang mainan gundu lah, gasing lah, jarang kan kita liat lagi? pada asiiikkk semuanya sama gadget masing-masing. dan kalo gue peratiin mainan tradisional gitu sekarang jadi mainan pinggiran alias permainan kampung! Peratiin aja, anak bocah yang hidup di kota pasti GAK BAKAL GAK PUNYA gadget. Emang sih sekarang udah proses globalisasi, tapi toh ya yang namanya anak kecil, masih bocah, masih segede jagung, ya jangan lah dikasih gadget gituan, tar kalo tiba-tiba rusak gimana? kalo yang kaya sih tinggal lem biru juga bisa. Kalo yang pas-pasan?

Gue tau kita tuh beda jaman, beda generasi. Gue lahir di generasi dimana gadget masih jadi barang paling mahal, dan sekarang itu generasi dimana gadget jadi barang pasaran yang seakan-akan harganya ceban dapet 3.
Lagian nih yah, gadget itu tuh bisa menimbulkan RADIASI ke otak, dapat merusak syaraf fungsi otak jika jangka waktu pemakaiannya lama, apalagi udah dicekokin dari kecil, kalian cari tau aja efeknya sendiri dah.
Dulu nih ya, gue baru punya HP aja deh (gausah gadget yang lain dah) kelas 4SD, itupun masih yag kecil banget yang gak berwarna, yang fiturnya cuman game snake sama tembak-tembakan, dan HP itu ada di tangan gue sampe kelas 6SD, trus baru deh kelas 1SMP gue ganti yang ada kamera, internet, sama radio merk nokia. Dan sampe sekarang gue belum ganti HP lagi nih, udah jalan 4 tahun itu HP nemenin gue :') (jadi curhat gini-__-). Lah sekarang? gadget gue aja kalah sama anak SD yang mainannya udah BB TORCH, udah IPHONE, udah Tablet. Gue bersyukur banget jaman gue bocah itu gak ada gadget, jadi gue bisa menikmati masa SD kayak bocah bebas biasa yang masih main hujan-hujanan pake daon pisang pas pulang sekolah, ikutan main gundu (dasar tombooyyy!!!) pokoknya yang masih tradisional lah.

Dan saran dari gue, itu anak bocah mendingan jangan terlalu dimanjakan dan dibuai sama gadget! ada juga nanti lo yang diperbudak gadget! jadi kecanduan malah bahaya. Gadget tuh buat anak yang masih SD gak usah yang ampe BB lah, mentang-mentang sekarang jamannya BBMan sama ANDROID jadi belinya juga BB sama HP yang bisa android. Gak perlu lah! yang penting bisa NELPON,SMSAN, sama INTERNETAN (kalo perlu itu juga) gausah sampe yang harganya 3-4juta. Rawatnya susah kalo bocah mah, anak SMA aja temen gue BB digeletakin dimana-mana, uh mending kasih ke gue deh daripada dibuang gitu-_-

So, sekian dulu pembahasan gue tentang "bocah jaman sekarang" mungkin dari artikel ini kita bisa lebih prihatin sama generasi sekarang, yang udah dibuai ama gadget._.

Sekian~