Clara meniatkan diri untuk masuk ke dalam loteng rumahnya,
tempat dimana keluarganya menyimpan benda yang sudah tidak terpakai. Walaupun
tempat itu adalah tempat paling menakutkan dan pantang untuk ia masuki, Clara
tetap ingin mencari sesuatu di dalamnya.
Satu demi satu, Clara meletakkan beberapa boks untuk
memindahkan boks lainnya, hingga ia menemukan satu kotak berwarna coklat
polkadot yang terlihat usang. Clara keluar dari tempat itu, menutup kembali
pintu loteng tua berwarna hijau lumut, lalu ia menuruni tangga.
Di dalam kamarnya, Clara duduk mengamati kotak itu,
mengingat suatu kenangan yang membuat senyum di mulutnya merekah, serta
mengingat suatu kenangan yang juga membuat senyum di mulutnya pudar. Detak
jantung Clara seketika berdebar dengan kencang, keringat dingin serta gemetar
kini menyelimuti Clara, Clara tidak pernah tahan bila ia terus menghadapi
situasi ini saat kenangan itu kembali hadir. Tapi, Clara sendiri kan yang
mengundangnya?
Ia menyingkirkan debu tebal yang membalut boks coklat itu. Terlihat
tulisan yang berbunyi “to Clara, my
beloved girl. Happy birthday :)” yang membuat Clara bertingkah tak karuan. Ia
menarik nafas dalam, mencoba mensterilkan atmosfer yang tengah berkerumun di
dalam dirinya. Dan ia membuka kotak itu.
Terlihat boneka tedy bear yang nampaknya seperti baru,
sebuah baju berlengan pendek, beberapa tiket menonton film, serta sebuah surat
yang sudah usang. Clara mengeluarkan semua benda itu, menimang – nimangnya,
kemudian meletakkannya di lantai.
Semua itu adalah hadiah yang ia terima dari seseorang, yang
hingga kini, masih menjadi yang terbaik di hidupnya. Masih menjadi satu –
satunya orang asing yang pernah menempati relung hatinya. Dan sudah setahun,
semenjak pemberian itu. Setahun setelah salah satu pihak memutuskan untuk
menjauh dan pergi ke jalan yang lain, meninggalkan pihak yang lain diam dan
masih pada tempatnya.
Ini semua, cerita tentang Nino di hidup Clara.
Clara memeluk boneka dengan erat, sebuah teddy bear
berukuran sedang dan berwarna pink menyala itu kini menyatu dengan masa lalu
yang tengah memutari otak Clara. Di tengahnya terdapat bentuk cinta dengan
warna kuning yang bertuliskan “I ♥ U”.
Memulai kembali memorinya yang setengah sudah usang.
Disampingnya, sebuah kaos ‘couple’ berlengan pendek
bertuliskan “I love you too” tergeletak meminta untuk diperhatikan. Membuat Clara
ingin menyentuhnya dan memakainya untuk sebentar. Baju yang sama saat ia dan
Nino pergi ke acara sekolah. Clara tersenyum dengan tetesan air mata.
Clara mematut dirinya di depan kaca, menari – nari memperlihatkan
bagaimana cantiknya ia memakai setelan kaos dengan rok berwarna peach diatas
lutut, berkaca dengan boneka teddy bear, seperti saat ia pertama kali mendapati
teddy bear itu dari Nino.
Ia kembali menghempaskan tubuhnya di karpet berwarna biru
muda, kembali melihat ada benda apa lagi di dalam boks pemberian Nino. Dan ia
melihat sepucuk surat hadiah anniversary-nya. Senyum angsa putih itu lenyap.
Kepada Clara,
Awalnya, sebelum kenal
dengan kamu, aku menjudge kamu sebagai cewek yang ‘cempreng’ yang terlalu
lincah. Kamu hanya seorang anak balita yang terjebak di lingkungan remaja, lalu
merengek mencari simpati. Aku gak akan pernah suka sama kamu.
Lalu, kamu datang
dengan senyuman itu, dengan mata yang berbicara atas keingintahuan. Kamu menghampiriku
dan mencoba membuatku menjadi pengikut ‘bleh bleh woova’mu yang cukup aneh.
Kamu mencoba untuk mengajakku bergabung dan
masuk ke dalam satelit imaginasimu. Entah aku yang bodoh atau kamu yang
berhasil membujuk aku, aku akhirnya menjadi pengikut ‘bleh bleh woova’mu, lucu
ya kalau kita ingat kejadian itu. :D
Habis itu, kamu
perlahan masuk ke hidupku, dan atas dorongan aneh aku juga mencoba menelisikmu
lebih jauh, mencari tahu apa yang kau suka dan apa yang kau takuti. Aku dan
kamu sama – sama terjebak dalam situasi persahabatan. Makin lama, kamu terlihat
menarik, dimataku.
Dengan segala khayalan,
tingkah laku like a girl in the kindergarten, dan rasa ingin tahu berlebih kamu
berhasil membuatku memanah diri sendiri, menelan kalimat ‘jangan menyukai orang
itu!’ kembali. Rasanya akan menjadi aneh bila aku, sahabat cowok kamu menyukai
orang yang sama sekali terlihat ‘wow’ dimata orang lain.
Aku gak tahu gimana
perasaan kamu kepadaku, yang jelas seharusnya aku hanya menjadi pengikut ‘bleh
bleh woova’, bukan menjadi pengikut hatimu juga. Tapi, kita gak tau rencana
Tuhan kayak gimana :)
Kamu itu menarik,
langka, jarang ditemuin. Kamu ibarat 1 dari semilyar orang di dunia yang bisa
melakukan kegilaan yang dikemas menjadi petualangan yang sama sekali tak kubayangkan
aku larut di dalamnya. Tadinya, kuingin hanya aku yang tahu rasa ini. Tapi diluar
dugaan, kamu juga mempunyai sesuatu yang sama. Kita sepertinya memang dipertemukan untuk itu.
:)
Selamat 6 bulan Clara, si ‘woova super’ penghuni hati ‘Pendekar amphibi’
Happy
20 :*
Tulisan itu terkemas dalam bentuk huruf sambung dari hasil
tangan Nino. Kini Clara seperti angsa yang telah rapuh. Clara bagaikan angsa
yang telah kehilangan sayapnya untuk terbang. Clara tak pernah paham bagaimana
bisa ia jatuh cinta dengan pria semacam Nino. Clara tak akan pernah mengerti
mengapa harus air mata yang keluar saat Nino lewat di depan pikirannya.
Surat itu, ia kembalikan seperti semula, boneka teddy itu
kembali masuk ke kotak coklat yang hampir diselimuti debu tebal, dan kaos itu
dilipat rapih.
Clara sudah berjanji untuk tidak membuka itu, jika perlu
kotak itu diam – diam dibuang oleh mamanya.
Angsa itu menutup kisahnya bersama senja, kembali mengikuti
arus sungai yang membawanya pergi, untuk bertemu dengan sayap yang lain.