Jumat, 26 April 2013

Cerita Kotak Clara

    Clara meniatkan diri untuk masuk ke dalam loteng rumahnya, tempat dimana keluarganya menyimpan benda yang sudah tidak terpakai. Walaupun tempat itu adalah tempat paling menakutkan dan pantang untuk ia masuki, Clara tetap ingin mencari sesuatu di dalamnya.
Satu demi satu, Clara meletakkan beberapa boks untuk memindahkan boks lainnya, hingga ia menemukan satu kotak berwarna coklat polkadot yang terlihat usang. Clara keluar dari tempat itu, menutup kembali pintu loteng tua berwarna hijau lumut, lalu ia menuruni tangga.

    Di dalam kamarnya, Clara duduk mengamati kotak itu, mengingat suatu kenangan yang membuat senyum di mulutnya merekah, serta mengingat suatu kenangan yang juga membuat senyum di mulutnya pudar. Detak jantung Clara seketika berdebar dengan kencang, keringat dingin serta gemetar kini menyelimuti Clara, Clara tidak pernah tahan bila ia terus menghadapi situasi ini saat kenangan itu kembali hadir. Tapi, Clara sendiri kan yang mengundangnya?
    Ia menyingkirkan debu tebal yang membalut boks coklat itu. Terlihat tulisan yang berbunyi  “to Clara, my beloved girl. Happy birthday :)” yang membuat Clara bertingkah tak karuan. Ia menarik nafas dalam, mencoba mensterilkan atmosfer yang tengah berkerumun di dalam dirinya. Dan ia membuka kotak itu.
    Terlihat boneka tedy bear yang nampaknya seperti baru, sebuah baju berlengan pendek, beberapa tiket menonton film, serta sebuah surat yang sudah usang. Clara mengeluarkan semua benda itu, menimang – nimangnya, kemudian meletakkannya di lantai.

    Semua itu adalah hadiah yang ia terima dari seseorang, yang hingga kini, masih menjadi yang terbaik di hidupnya. Masih menjadi satu – satunya orang asing yang pernah menempati relung hatinya. Dan sudah setahun, semenjak pemberian itu. Setahun setelah salah satu pihak memutuskan untuk menjauh dan pergi ke jalan yang lain, meninggalkan pihak yang lain diam dan masih pada tempatnya.

Ini semua, cerita tentang Nino di hidup Clara.

    Clara memeluk boneka dengan erat, sebuah teddy bear berukuran sedang dan berwarna pink menyala itu kini menyatu dengan masa lalu yang tengah memutari otak Clara. Di tengahnya terdapat bentuk cinta dengan warna kuning yang bertuliskan I  U. Memulai kembali memorinya yang setengah sudah usang.
    Disampingnya, sebuah kaos ‘couple’ berlengan pendek bertuliskan “I love you too” tergeletak meminta untuk diperhatikan. Membuat Clara ingin menyentuhnya dan memakainya untuk sebentar. Baju yang sama saat ia dan Nino pergi ke acara sekolah. Clara tersenyum dengan tetesan air mata.
    Clara mematut dirinya di depan kaca, menari – nari memperlihatkan bagaimana cantiknya ia memakai setelan kaos dengan rok berwarna peach diatas lutut, berkaca dengan boneka teddy bear, seperti saat ia pertama kali mendapati teddy bear itu dari Nino.

    Ia kembali menghempaskan tubuhnya di karpet berwarna biru muda, kembali melihat ada benda apa lagi di dalam boks pemberian Nino. Dan ia melihat sepucuk surat hadiah anniversary-nya. Senyum angsa putih itu lenyap.

Kepada Clara,
    Awalnya, sebelum kenal dengan kamu, aku menjudge kamu sebagai cewek yang ‘cempreng’ yang terlalu lincah. Kamu hanya seorang anak balita yang terjebak di lingkungan remaja, lalu merengek mencari simpati. Aku gak akan pernah suka sama kamu.
    Lalu, kamu datang dengan senyuman itu, dengan mata yang berbicara atas keingintahuan. Kamu menghampiriku dan mencoba membuatku menjadi pengikut ‘bleh bleh woova’mu yang cukup aneh.
   Kamu mencoba untuk mengajakku bergabung dan masuk ke dalam satelit imaginasimu. Entah aku yang bodoh atau kamu yang berhasil membujuk aku, aku akhirnya menjadi pengikut ‘bleh bleh woova’mu, lucu ya kalau kita ingat kejadian itu. :D
    Habis itu, kamu perlahan masuk ke hidupku, dan atas dorongan aneh aku juga mencoba menelisikmu lebih jauh, mencari tahu apa yang kau suka dan apa yang kau takuti. Aku dan kamu sama – sama terjebak dalam situasi persahabatan. Makin lama, kamu terlihat menarik, dimataku.
    Dengan segala khayalan, tingkah laku like a girl in the kindergarten, dan rasa ingin tahu berlebih kamu berhasil membuatku memanah diri sendiri, menelan kalimat ‘jangan menyukai orang itu!’ kembali. Rasanya akan menjadi aneh bila aku, sahabat cowok kamu menyukai orang yang sama sekali terlihat ‘wow’ dimata orang lain.
    Aku gak tahu gimana perasaan kamu kepadaku, yang jelas seharusnya aku hanya menjadi pengikut ‘bleh bleh woova’, bukan menjadi pengikut hatimu juga. Tapi, kita gak tau rencana Tuhan kayak gimana :)
    Kamu itu menarik, langka, jarang ditemuin. Kamu ibarat 1 dari semilyar orang di dunia yang bisa melakukan kegilaan yang dikemas menjadi petualangan yang sama sekali tak kubayangkan aku larut di dalamnya. Tadinya, kuingin hanya aku yang tahu rasa ini. Tapi diluar dugaan, kamu juga mempunyai sesuatu yang sama.  Kita sepertinya memang dipertemukan untuk itu. :)
Selamat 6 bulan Clara, si ‘woova super’ penghuni hati ‘Pendekar amphibi’
                                                                                                                                Happy 20 :*

    Tulisan itu terkemas dalam bentuk huruf sambung dari hasil tangan Nino. Kini Clara seperti angsa yang telah rapuh. Clara bagaikan angsa yang telah kehilangan sayapnya untuk terbang. Clara tak pernah paham bagaimana bisa ia jatuh cinta dengan pria semacam Nino. Clara tak akan pernah mengerti mengapa harus air mata yang keluar saat Nino lewat di depan pikirannya.

    Surat itu, ia kembalikan seperti semula, boneka teddy itu kembali masuk ke kotak coklat yang hampir diselimuti debu tebal, dan kaos itu dilipat rapih.

    Clara sudah berjanji untuk tidak membuka itu, jika perlu kotak itu diam – diam dibuang oleh mamanya.

    Angsa itu menutup kisahnya bersama senja, kembali mengikuti arus sungai yang membawanya pergi, untuk bertemu dengan sayap yang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar