Kamis, 21 Februari 2013

Sejak sebulan lalu


    Hidupku datar semenjak 2 minggu ini, atau tepatnya sebulan ini tidak ada sms darimu untukku. Meskipun dulu aku menganggap sms darimu adalah hal yang tak bisa kupikirkan secara logis, karena yah, kamu memiliki seseorang yang lain. Kamu adalah mantanku, adalah orang yang kenyataannya dulu (dan sekarang) masih ku sanjung namanya.

    Biasanya telpon genggam milikku akan berdering setiap jam 7 malam, mengganggu rutinitas belajar malamku. Namun itu membuat aku berarti, setidaknya sebagai seorang mantan, aku masih diingat olehmu. Meskipun tidak setiap hari, meskipun tidak setiap waktu.

    Aku menghargai hubunganmu dengannya saat ini. Sebagaimana aku menghargai kesendirianku sekarang. Namun yang kubenci darimu, setiap aku sudah mulai melupakanmu, kamu malah kembali. Kembali menempati ruang yang dulu kau tinggalkan. Memaksa orang yang mencoba masuk ke hatiku untuk keluar. Mebuatku kembali berpikir bahwa kau adalah satu – satunya orang yang pas untuk menempati ruangan itu.
    Dan sekarang, disaat aku sudah kembali berpikir bahwa kamulah yang terbaik, kamu pergi. Pergi dari penglihatan dan hatiku. Berlari menjauh dan tak dapat kuraih kembali. Saat orang – orang sudah dipaksa untuk mengalah, saat orang – orang sudah pergi untuk mempersilahkan kamu menempati ruangan di hatiku, kau malah menghilang. Apakah menurutmu sikapmu tidak kejam?
    Entahlah, ada sesuatu hal yang aneh darimu. Datang untuk menyakiti, dan pulang untuk menorehkan luka. Kamu selalu saja melakukan itu saat aku tengah berusaha untuk melupakanmu. Rencana apa lagi yang kamu lakukan untuk membuatku sakit? Misi yang mana lagi yang kamu lakukan agar hidupku seakan – akan tak dapat lepas dari bayangmu?

Ah, sudahlah. Sepanjang apapun aku berbicara, kamu tak akan mengerti. Toh, ini hanyalah keluhan dari satu pihak yang merasa dirinya berturut – turut disakiti oleh kehadiranmu. Tanpa kamu sadari pihak tersebut telah jatuh bangun untuk mempertahankan dirinya di dunia nyata. Tau apa kamu tentang aku? Oke dulu kamu memang tau segalanya tentangku. Tapi tidak untuk sekarang.

Tidak untuk nanti, dan selamanya.

    Kamu tak akan tahu bagaimana rasanya seseorang yang mencoba melupakan namun selalu diganggu oleh bayangan masa lalunya. Kamu tak akan mengerti bagaimana seseorang mencoba menghapus bayangan orang lain sedangkan orang itu terus menghantuinya. Kamu tak pernah merasakan bagaimana susahnya seseorang untuk lepas dari kenangannya, sementara salah satu orang yang terlibat dalam kenangan itu telah memiliki kenangannya sendiri. Apa perlu aku definisikan sikap tak logismu dalam bentuk kalimat yang lebih panjang dari ini?
Kamu mempunyai jalan sendiri, pun denganku. Seharusnya tak masalah jika sudah sebulan ini kamu tidak menghubungiku. Apa hakku memaksamu untuk terus berkomunikasi denganku? Kita hanya teman, itupun jika kamu menganggapku dan aku mengaggapmu. Seharusnya tak ada keluhan apapun di hidupku saat kita sudah sama – sama tak saling berbicara. Toh jika aku menghubungimu, kekasihmu bisa menyalakan api kemarahannya hanya kepadaku. Lantas kenapa aku bisa menjadi separah ini menanti sms darimu?
    Mungkin ini adalah hal gila dan aneh bagimu. Dan aku yakin kamu membacanya dengan tersenyum sambil berkata “rupanya kamu tak bisa lepas dariku”, atau mungkin kamu memasang muka bersalah dengan berkata “ bodoh sekali tanpa aku sadari aku telah menyakiti hatinya”. Bukan, bukan itu respon yang aku inginkan darimu, aku hanya ingin kamu memasang muka berfikir, seperti yang kaulakukan dulu. Tapi jangan sampai aku membuat kembali perasaan itu, meletakkannya lagi tepat saat kamu kembali akrab denganku, lalu kamu buang perasaan yang kubuat kemudian kamu pergi tanpa rasa bersalah.

Aku hanya ingin kamu tak lagi menggantungkan harapan lewat beberapa sms yang meskipun jarang, meskipun sedikit menggangu ketenanganku, yang kamu kirim setiap jam 7 malam. Aku hanya ingin kamu hadir, tapi dengan sosok yang berbeda, reingkarnasi mungkin. Atau kamu dapat hadir saat aku benar – benar memiliki seseorang yang menyayangiku lebih tulus dari yang kamu lakukan sebelumnya.

Hanya itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar