Hidupku datar semenjak 2 minggu ini, atau tepatnya sebulan
ini tidak ada sms darimu untukku. Meskipun dulu aku menganggap sms darimu
adalah hal yang tak bisa kupikirkan secara logis, karena yah, kamu memiliki
seseorang yang lain. Kamu adalah mantanku, adalah orang yang kenyataannya dulu
(dan sekarang) masih ku sanjung namanya.
Biasanya telpon genggam milikku akan berdering setiap jam 7
malam, mengganggu rutinitas belajar malamku. Namun itu membuat aku berarti,
setidaknya sebagai seorang mantan, aku masih diingat olehmu. Meskipun tidak
setiap hari, meskipun tidak setiap waktu.
Aku menghargai hubunganmu dengannya saat ini. Sebagaimana
aku menghargai kesendirianku sekarang. Namun yang kubenci darimu, setiap aku
sudah mulai melupakanmu, kamu malah kembali. Kembali menempati ruang yang dulu
kau tinggalkan. Memaksa orang yang mencoba masuk ke hatiku untuk keluar.
Mebuatku kembali berpikir bahwa kau adalah satu – satunya orang yang pas untuk
menempati ruangan itu.
Dan sekarang, disaat aku sudah kembali berpikir bahwa kamulah
yang terbaik, kamu pergi. Pergi dari penglihatan dan hatiku. Berlari menjauh
dan tak dapat kuraih kembali. Saat orang – orang sudah dipaksa untuk mengalah,
saat orang – orang sudah pergi untuk mempersilahkan kamu menempati ruangan di
hatiku, kau malah menghilang. Apakah menurutmu sikapmu tidak kejam?
Entahlah, ada sesuatu hal yang aneh darimu. Datang untuk
menyakiti, dan pulang untuk menorehkan luka. Kamu selalu saja melakukan itu
saat aku tengah berusaha untuk melupakanmu. Rencana apa lagi yang kamu lakukan
untuk membuatku sakit? Misi yang mana lagi yang kamu lakukan agar hidupku
seakan – akan tak dapat lepas dari bayangmu?
Ah, sudahlah. Sepanjang apapun aku berbicara, kamu tak akan
mengerti. Toh, ini hanyalah keluhan dari satu pihak yang merasa dirinya
berturut – turut disakiti oleh kehadiranmu. Tanpa kamu sadari pihak tersebut
telah jatuh bangun untuk mempertahankan dirinya di dunia nyata. Tau apa kamu
tentang aku? Oke dulu kamu memang tau segalanya tentangku. Tapi tidak untuk
sekarang.
Tidak untuk nanti, dan selamanya.
Kamu tak akan tahu bagaimana rasanya seseorang yang mencoba
melupakan namun selalu diganggu oleh bayangan masa lalunya. Kamu tak akan
mengerti bagaimana seseorang mencoba menghapus bayangan orang lain sedangkan
orang itu terus menghantuinya. Kamu tak pernah merasakan bagaimana susahnya
seseorang untuk lepas dari kenangannya, sementara salah satu orang yang
terlibat dalam kenangan itu telah memiliki kenangannya sendiri. Apa perlu aku
definisikan sikap tak logismu dalam bentuk kalimat yang lebih panjang dari ini?
Kamu mempunyai jalan sendiri, pun denganku. Seharusnya tak
masalah jika sudah sebulan ini kamu tidak menghubungiku. Apa hakku memaksamu
untuk terus berkomunikasi denganku? Kita hanya teman, itupun jika kamu
menganggapku dan aku mengaggapmu. Seharusnya tak ada keluhan apapun di hidupku
saat kita sudah sama – sama tak saling berbicara. Toh jika aku menghubungimu,
kekasihmu bisa menyalakan api kemarahannya hanya kepadaku. Lantas kenapa aku
bisa menjadi separah ini menanti sms darimu?
Mungkin ini adalah hal gila dan aneh bagimu. Dan aku yakin
kamu membacanya dengan tersenyum sambil berkata “rupanya kamu tak bisa lepas
dariku”, atau mungkin kamu memasang muka bersalah dengan berkata “ bodoh sekali
tanpa aku sadari aku telah menyakiti hatinya”. Bukan, bukan itu respon yang aku
inginkan darimu, aku hanya ingin kamu memasang muka berfikir, seperti yang
kaulakukan dulu. Tapi jangan sampai aku membuat kembali perasaan itu,
meletakkannya lagi tepat saat kamu kembali akrab denganku, lalu kamu buang
perasaan yang kubuat kemudian kamu pergi tanpa rasa bersalah.
Aku hanya ingin kamu tak lagi menggantungkan harapan lewat
beberapa sms yang meskipun jarang, meskipun sedikit menggangu ketenanganku,
yang kamu kirim setiap jam 7 malam. Aku hanya ingin kamu hadir, tapi dengan
sosok yang berbeda, reingkarnasi mungkin. Atau kamu dapat hadir saat aku benar
– benar memiliki seseorang yang menyayangiku lebih tulus dari yang kamu lakukan
sebelumnya.
Hanya itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar