aku masih melangkah melewati lorong yang sedari tadi tak tersentuh oleh terangnya cahaya. berhias lukisan-lukisan kenangan masa lalu. disitu,terpajang wajahmu, wajah yang selalu hiasi hariku,dulu
aku kembali mengulas memori masa lalu,membongkar habis kenangan yang ada dalam otakku,aku ingat saat dimana kau membuat rambutku acak tak karuan, aku ingat saat dimana kita bertingkah konyol di sekolah, aku ingat saat dimana kau membuat lelucon hingga membuatku tergelak, itu dulu.
kau selalu ada disaat aku sendiri, menemani dan menghiburku dengan guyonan garingmu namun dapat membuatku tertawa, tertawa karena tingkahmu, aku masih mengingat kejadian saat kau terjatuh demi membuatku tersenyum, itu sudah lama sekali, itu dulu.
apakah kamu masih ingat semua hal yang pernah terjadi antara kita, apa kamu ingat saat kita tenggelam dalam tawa kita sendiri, apa kamu ingat toko bubble dipinggir jalan yang kita singgahi, yang pada saat itu kamu mengajarkanku untuk lebih melihat dunia dan berpikir dewasa? sampai sekarang aku masih mengingatnya, apa kau juga mengingat hal yang sama? ataukan kau sedang membuat memori baru antara kau dan dia,dan menghapus total kenangan kita?
berharap kau berada disampingku untuk saat ini rasanya tak mungkin,bahkan tak akan terjadi. kau, sudah menemukan orang yang lain, yang sekarang menemanimu berbagi canda tawanya. dan aku, hanya duduk disini dan sibuk dengan memori tentang kamu yang dulu ada di hidupku.
aku terbiasa menahan perih dan sakit karena mencintai seseorang, apalagi orang itu adalah dirimu. kau tak perlu repot-repot untuk menorehkan luka lagi di hati dan kehidupanku. luka yang sekarang kau berikan cukup membuatku sakit untuk waktu yang lama. yah biarlah, aku disini tanpamu, aku disini tanpa senyummu, toh sekarang sepertinya kau lebih senang dengan dia yang hadir di kehidupanmu yang baru.
aku yakin kamu disana tengah tertawa dengannya, melantunkan guyonan yang dulu kau berikan padaku. aku disini tetap mengingatmu,apakah disana kamu masih mengingatku? setidaknya hanya sekelebat banyangan diriku saat kita berpisah waktu itu?
namamu masih terukir jelas di hatiku, semua tentangmu masih bergentayangan dalam otakku, ah! sampai kapan aku terus terpaut dengan bayangmu? sedangkan kamu disana bahkan sama sekali tidak mengingatku?
apakah melupakan seseorang adalah hal yang sangat mudah bagimu, hingga kau bisa dengan cepatnya menemukan seseorang yang baru? dan melupakan bahkan membuang kaset tentang kenangan kita berdua? bahkan bagiku saja melupakanmu adalah hal yang tak akan mungkin bisa kulakukan dengan sekejap. apakah kamu dapat melupakan begitu cepat?
tak apa,aku sudah terbiasa berteman dengan kepedihan, aku sudah akrab dengan air mata, bahkan aku bagaikan separuh dari kesepian. tenang saja, aku disini bahagia dengan aktivitas otakku yang setiap hari memikirkanmu, aku disini terbiasa dengan air mataku yang secara reflex turun saat aku mengingat kejadian masa lalu, aku disini tidak terusik dengan perasaan luka yang semakin lama semakin membesar karenamu. aku disini baik saja, dengan ditemani perih, luka, dan tangis, tentu saja tanpa adanya dirimu.
NB: (oke ini kayaknya cukup galau -_- tapi itu dulu,dulu loooohhh~. tulisan ini udah lamaaa banget tapi baru gue publish ke blogger,celamat ngebacaa^^)
NB: (oke ini kayaknya cukup galau -_- tapi itu dulu,dulu loooohhh~. tulisan ini udah lamaaa banget tapi baru gue publish ke blogger,celamat ngebacaa^^)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar