Minggu, 09 September 2012

Sekarang. Kita

well, ini salah satu dari sekian banyak puisi 'amatir'an gue. maklum pemula._.

Kita, tanpa sekat yang memisahkan
Dengan aku yang selalu menjadi bintang ditiap sepi malammu
Dengan aku yang selalu menjadi pemeran utama dimimpi tidurmu
Kamu selalu menjadikanku peneduh ditiap siang terik di hidupmu
Menjadikanku permata yang tak ingin kaulepas
Dulu
Sekarang. Kita, dengan sekat yang menjulang tinggi
Dengan aku, yang masih menjadikanmu raja
Dengan aku, yang masih menjadikanmu pelaku utama
Dan aku yang masih menjadikanmu sinar di kegelapanku
Dengan aku, yang sekarang sendiri, tanpamu
Sekarang. Kita, dengan pilihan masing-masing
Dengan kamu, yang sudah melupakan jalan yang kita lalui bersama
Dengan aku, yang masih setia menunggu diujung jalan yang sempat membuat kita bersatu
Kita, telah jauh berbeda
Kamu menjauh, pergi meninggalkan goresan tinta kenangan yang sukar kuhapus
Aku menunggu, memungut sisa-sisa kenangan yang kau biarkan terurai
Sekarang. Kita, dengan perasaan yang tak saling mengenal
Dengan aku, yang berdiri teguh atas nama kasih sayang, meskipun luka
Dengan kamu, yang pergi menusukkan perih, dan tak pernah kembali

Tangerang, 3 September 2012
atas nama rindu dalam semu, dan rasa yang terabaikan
aku masih mencintaimu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar