well, ini salah satu dari sekian banyak puisi 'amatir'an gue. maklum pemula._.
Kita, tanpa sekat yang memisahkan
Dengan aku yang selalu menjadi bintang ditiap sepi
malammu
Dengan aku yang selalu menjadi pemeran utama dimimpi
tidurmu
Kamu selalu menjadikanku peneduh ditiap siang terik
di hidupmu
Menjadikanku permata yang tak ingin kaulepas
Dulu
Sekarang. Kita, dengan sekat yang menjulang tinggi
Dengan aku, yang masih menjadikanmu raja
Dengan aku, yang masih menjadikanmu pelaku utama
Dan aku yang masih menjadikanmu sinar di kegelapanku
Dengan aku, yang sekarang sendiri, tanpamu
Sekarang. Kita, dengan pilihan masing-masing
Dengan kamu, yang sudah melupakan jalan yang kita
lalui bersama
Dengan aku, yang masih setia menunggu diujung jalan
yang sempat membuat kita bersatu
Kita, telah jauh berbeda
Kamu menjauh, pergi meninggalkan goresan tinta
kenangan yang sukar kuhapus
Aku menunggu, memungut sisa-sisa kenangan yang kau
biarkan terurai
Sekarang. Kita, dengan perasaan yang tak saling
mengenal
Dengan aku, yang berdiri teguh atas nama kasih
sayang, meskipun luka
Dengan kamu, yang pergi menusukkan perih, dan tak
pernah kembali
Tangerang, 3 September 2012
atas nama rindu dalam semu, dan rasa yang terabaikan
aku masih mencintaimu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar